LEMBAGA PENDIDIKAN SURABAYA ADALAH SEBUAH LEMBAGA PENDIDIKAN YANG BERADA DI DAERAH SURABAYA. SALAH SATUNYA ADALAH LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR SUPRAUNO.CP:83314333
- HOME
- PROFIL
- VISI MISI
- Kursus website sidoarjo
- Les privat di surabaya
- Kursus komputer surabaya
- Kursus komputer sidoarjo
- Guru privat surabaya
- Sekolah favorit surabaya
- Lbbsurabaya
- Les privat website surabaya
- Kursus website surabaya
- Les privat sd surabaya
- Les privat sma surabaya
- Les privat smp surabaya
- Les bahasa inggris surabaya
- Kursus komputer surabaya
- Les privat surabaya
- Kursus website sidoarjo
- Kursus privat surabaya
- Les privat komputer surabaya
- Les privat kimia
- Kursus komputer surabaya
- Les privat math surabaya
- Les bahasa inggris surabaya
- Kursus komputer surabaya
- Les privat surabaya
- Kursus website sidoarjo
- Les privat ipa surabaya
- Les privat komputer surabaya
- Jasa Les Privat
- Les privat fisika surabaya
- JARINGAN USAHA
- TANAH KAVLING MURAH
- KURSUS WEBSITE SIDOARJO
- JASA LES PRIVAT
- LES PRIVAT SIDOARJO
- LBBKU
- LES PRIVAT FISIKA
- LES SMA SURABAYA
- LES PRIVAT KIMIA
- LES PRIVAT KIMIA
- LES PRIVAT KIMIA
- LES PRIVAT SMP
- LES PRIVAT BIOLOGI
- APBREN
- LES PRIVAT AKUNTANSI
- LES AKUNTANSI
- LES BAHASA INGGRIS
- LES PRIVAT EKONOMI
- KURSUS PRIVAT SURABAYA
- KURSUS BAHASA INGGRIS
- LES INGGRIS
- KAMPUNG INGGRIS
- BELAJAR INGGRIS
- KURSUS WEBSITE SURABAYA
- LES PRIVAT SMP SURABAYA
- LES PRIVAT SMA SURABAYA
- GURU PRIVAT SURABAYA
- LES PRIVAT DI SURABAYA
- SEKOLAH FAVORIT SURABAYA
- LES MATEMATIKA SURABAYA
- LBBSUPRAUNO
- LES PRIVAT SURABAYA
- TEMPLATE BLOGSPOT
- SOFTWARE PENDIDIKAN
- VISI MISI
- CONTACT
- KURSUS WEBSITE
- LAYANAN
- KURSUS KOMPUTER
Rabu, 30 Januari 2013
Kurikulum Bukan yang Utama dalam Dunia Pendidikan
"Kalau gurunya punya idealis dan amanah, maka kurikulum itu menjadi tidak penting. Guru harus berkreasi dan merasa punya hutang jika anaknya tidak menjadi pandai," ungkapnya.
Dikatakan, jika ingin merubah kurikulum berbasis tematik integratif, paradigma serta pola pikir guru harus berubah. Pola pendekatan guru harus dirubah dari deduktif menjadi induktif. Artinya, guru harus memberikan pendampingan kepada murid untuk berpikir kritis.
"Guru harus mendampingi, sehingga anak bisa mandiri untuk memecahkan permasalahan, serta mengembangkan diri dan potensinya untuk menjawab tantangan masa depan," katanya.
Menurutnya, sistem pelatihan guru yang disiapkan untuk melaksanakan kurikulum 2013 dengan pola tatap muka dan latihan bersama didalam satu ruangan tidak akan berhasil. Menurutnya, hal itu merupakan pola pelatihan lama yang terus menerus dilakukan, tanpa menghadirkan perubahan yang signifikan.
Muchlas berpandangan, pola pelatihan yang hanya mendengarkan paparan, presentasi, dan mendengarkan cerita para tutor di dalam kelas tidak akan membuat para guru paham. Untuk itu, pelatihan guru harus dilakukan dengan pendekatan pendampingan.
"Guru harus melihat langsung ke sekolah-sekolah yang bagus, kemudian membuat rencana aksi, kemudian mendapat pendampingan. Itu akan jauh lebih efektif ketimbang guru dikumpulkan dan mendapatkan materi secara teori," tutur Muchlas.
( Satrio Wicaksono / CN26 / JBSM )
sumber: suaramerdeka.com
Untuk Pendidikan Luar Biasa, Harus Disiapkan 32 Kurikulum
JAKARTA, KOMPAS.com - Pembahasan kurikulum baru terus berlanjut tapi masih menyisakan celah dalam desain kurikulum yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Anak-anak luar biasa yang berhak memperoleh pendidikan justru tidak disinggung sama sekali dalam kurikulum baru ini.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rochmat Wahab, mengatakan bahwa perubahan kurikulum harus menyeluruh dan tidak bisa dilakukan secara parsial saja. Untuk itu, anak-anak luar biasa ini harus diakomodir juga sama seperti anak-anak lainnya yang akan merasakan kurikulum baru pada Juli mendatang.
"Perubahan kurikulum ini harus menyeluruh. Selama ini dari draft yang ada tidak pernah disinggung untuk anak-anak luar biasa," kata Rochmat saat Rapat Dengar Pendapat di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Jakarta, Senin (28/1/2013).
Ia menjelaskan bahwa ada delapan kategori anak luar biasa yaitu anak dengan kecerdasan di atas rata-rata, anak-anak dengan kecerdasan di bawah rata-rata, anak-anak penyandang tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa, tuna grahita dan autis. Untuk tiap kategori, tentu saja tidak dapat menggunakan kurikulum yang sama.
"Difokuskan pada delapan kategori dan tiap jenjang pendidikan inklusi ini harus ada yaitu di SD, SMP, SMA dan SMK," ujar Rochmat. "Kalau begitu berapa kurikulum yang harus disiapkan. Delapan kategori kalikan dengan empat jenjang itu, jadi ada 32. Kalau dipaksakan tahun ini tidak mungkin," imbuhnya.
Pria yang juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia ini meminta agar kurikulum untuk anak-anak berkebutuhan khusus ini diberi kelonggaran waktu dalam penerapannya. Pasalnya, desain kurikulum untuk anak-anak luar biasa ini harus disesuaikan dengan kebutuhannya sehingga tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
"Saat ini, yang ahli di bidang pendidikan luar biasa berhimpun dan menyiapkan bahan yang sesuai dengan anak-anak ini. Prinsip apa saja yang harus dikembangkan misalnya tematik integratif, antisipasi visioner, digital literacy dan moralitas," jelasnya. "Karena anak-anak ini beragam, misalkan saja anak-anak tuna daksa dan tuna rungu, ada juga yang cerdas. Jadi semua harus diakomodir dengan baik," tandasnya.
Sabtu, 28 April 2012
LES INTENSIF SNMPTN 2012
DI BUKA PENDAFTARAN
LES INTENSIF SNMPTN 2012
START BELAJAR : 7 MEI 2012
20 X PERTEMUAN
SENIN SELASA RABU KAMIS
5 MINGGU
90 MENIT
JLKEDUNGTARUKAN BARU 4B NO 15 SURABAYA
CP: 833 14 333
BIAYA PAKET SNMPTN = 750.000
SUPPORT BY LBBSUPRAUNO.COM
Senin, 06 Februari 2012
Paket kursus website
Paket kursus website adalah sebuah paket khusus bagi umum untuk mengetahui bagaimana cara membuat website, blog, toko online, dan lain sebagainya.
Kursus ini bisa di ikuti oleh anak anak, remaja, dewasa, maupun orang tua yang memiliki keinginan untuk maju.
Paket kursus ini biayanya adalah Rp 500.000 selama 2 hari masing masing 3 jam belajar.
Ada 2 pilihan tempat untuk melakukan proses belajar website ini yaitu:
1. di adakan di lbb suprauno
2. di lakukan secara privat di rumah peserta kursus dengan tambahan biaya Rp 50.000
Materi kursus ini meliputi:
1. Pengenalan domain dan hosting
2. Cara registrasi domain dan hosting
3. Desain manual menggunakan dream wever.
4. Pembuatan website dengan menggunakan cms diantaranya: wordpres, joomla, drupal , mambo, phpsenuke, dll.
5. pembuatan website toko online dan forum
Bonus paket kursus website:
# Domain dan hosting selama setahun
# Software pembuat website otomatis
# Toko online
# Template company profil yang profesional
# 60 Ebook motivatsi bisnis dan ebook komputer
Jumat, 06 Januari 2012
welcome back to school
Tak terasa musim libur telah hampir usai. masa liburan tinggal menghitung waktu . dan waktu belajar kembali telah datang. Mari kita sambut dengan semangat yang besar dan sikap antusiasisme yang tinggi.Dengan begitu, dunia pendidikan akan bergairah kembali. semoga dengan berlangsungnya waktu dua minggu untuk liburan dapat menghilangkan segala penat yang menyertai kita dalam menempuh pendidikan. Disamping itu bisa menambah spirit dalam menuntut ilmu. Sebab tanpa ilmu yang memadai akan menyebabkan banyak kesulitan menyertai hidup. Maka dari itu, jangan sampai hal ini terjadi pada diri kita , saudara kita, ataupun lainnya.
Tanggal 9 januari nanti, tepatnya hari senin besuk. anak anak sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK Akan memulai proses belajar kembali setelah libur panjang tersebut.
semoga hari senin besuk dapat berjalan dengan baik. dan di iringi oleh orang orang yang semangat untuk menuntut ilmu. semoga! Amin.
Rabu, 09 November 2011
les privat bahasa arab surabaya sidoarjo
les privat bahasa arab surabaya sidoarjo adalah sebuah les privat yang di kelola oleh lembaga bimbingan belajar suprauno yang telah berpengalaman selama lima tahun membimbing dan mendidik siswa.les privat bahasa arab surabaya sidoarjo berada di jl kedungtarukan baru 4b no 15 surabaya dan telah membuka cabang di sedati sidoarjo.
les privat bahasa arab surabaya sidoarjo juga memberikan jasa les privat dengan mata pelajaran matematika ipa mipa ips fisika kimia biologi akuntansi ekonomi bahasa daerah bahasa jawa bahasa indonesia bahasa inggris geografi sejarah pkn komputer dan lain sebagainya.
les privat bahasa arab surabaya sidoarjo dapat di hubungi dengan menelepon di : 833 14 333
Selasa, 11 Oktober 2011
6.000 Siswa Tak Lanjutkan SMA
SURABAYA – Program wajib belajar (wajar) 12 tahun belum optimal. Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya masih belum mampu menjaring anak-anak untuk melanjutkan sekolah sampai SMA.Dindik Surabaya sudah mengerahkan seluruh unit pelaksana teknis daerah (UPTD) di kecamatan. Namun, hasilnya belum maksimal karena keberadaan anak usia SMA sulit terdeteksi. Data Dindik menyebutkan, ada sekira enam ribu anak usia SMA tidak melanjutkan sekolah. Fakta ini terlihat dari lulusan SMP se-Surabaya sebanyak 38 ribu, tetapi yang melanjutkan hanya 32 ribu.
”Kita sudah melacak keberadaan anak usia SMA. Tapi ternyata tak mudah. Kami akan terus cari lulusan SMP yang tidak mau melanjutkan ke SMA,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur), Ruddy Winarko.
Ruddy menuturkan, saat ini masih banyak lulusan SMP yang enggan melanjutkan ke SMA. Mengajak mereka kembali masuk SMA juga tidak mudah. Apalagi mereka sudah keenakan mencari uang, meski hanya buruh angkut atau penjaga toko. Menurut mereka, lebih baik mendapatkan uang daripada sekolah lagi. ”Kita akan ubah pemikiran ini. Pendidikan akan lebih mampu mengubah kehidupan anak lebih baik,” ujar Ruddy.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, M Taswin menegaskan, upaya untuk mencari siswa lulusan SMP sudah dilakukan. Bahkan seluruh perangkat desa mulai RT dan RW dilibatkan untuk mencari anak usia SMA. Tidak hanya itu, pemilik sekolah juga dilibatkan untuk mendeteksi keberadaan lulusan SMP. ”Semua elemen sudah kita kerahkan mencari keberadaan siswa usia SMA,” katanya.
Taswin menerangkan, sampai saat ini belum ada angka pasti jumlah siswa yang gagal mengikuti wajar 12 tahun. Namun diperkirakan, ada enam ribu siswa yang harus terjaring wajar 12 tahun ini. ”Kita upayakan dapat menyukseskan wajar 12 tahun,” terang dia.
Sementara itu, rencana Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menyelenggarakan program wajar 12 tahun hingga SMA dianggap masih belum tepat. Pasalnya, alokasi anggaran yang disiapkan pemerintah pada 2012 masih cukup terbatas bila dibanding jumlah siswa yang berhak menerima bantuan tersebut.
”Kalau memang program ini serius, kenapa anggaran yang disediakan sedikit?” kata Mantan Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Daniel M Rosyid. Dari data yang diperoleh, alokasi anggaran pendidikan 2012 sebesar Rp286,6 triliun atau 20,2 persen dari APBN. Namun, jumlah tersebut masih terbatas bila dibandingkan dengan jumlah siswa yang harus mendapat alokasi anggaran. Karena itu, anggaran yang terbatas itu lebih baik dimanfaatkan untuk membantu memperkuat pelaksanaan PAUD.
Pasalnya, jika layanan PAUD, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah meningkat, maka proses belajar mengajar dapat difokuskan pada pembentukan karakter siswa. Dengan begitu, anak-anak memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi masa depannya. ”Kualitas pendidikan dasar sembilan tahun masih belum terlihat. Sekarang malah meluncurkan wajar 12 tahun, ini belum saatnya,” ujar guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.
Daniel mengharapkan, Kemendiknas mau mengubah kebijakannya. Sebab, lanjutnya, lebih baik fokus pada penguatan PAUD dan pendidikan dasar yang bermutu serta fokus pada pembentukan karakter siswa. Hal itu dilakukan untuk menghindari para siswa yang bingung soal akses mendapatkan pendidikan. Sebab tidak semua daerah memiliki SMA dan tidak sedikit siswa setelah lulus SMP lebih memilih bekerja membantu orangtuanya daripada melanjutkan sekolah.
”Jika PAUD dikuatkan, masalah akses bisa disiasati dengan layanan pendidikan nonformal yang lebih luwes,” jelasnya. (arief ardliyanto)(Koran SI/Koran SI/rhs)
sumber: okezone
